Isu kebocoran data pribadi kembali menjadi perbincangan luas setelah warganet ramai membagikan tangkapan layar yang memperlihatkan dugaan penjualan data warga di ruang digital tertutup. Informasi yang disebut-sebut beredar meliputi nama lengkap, nomor identitas, alamat, hingga data kontak pribadi. Meski belum seluruhnya terverifikasi, isu ini memicu kekhawatiran besar di tengah masyarakat.
Viralnya pembahasan ini tidak terjadi tanpa sebab. Dalam beberapa waktu terakhir, banyak warga mengaku menerima panggilan dan pesan mencurigakan yang mengarah pada penipuan digital. Pola tersebut memperkuat dugaan bahwa data pribadi masyarakat telah bocor dan dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Pengamat keamanan siber menilai masalah ini bukan sekadar soal teknologi, melainkan lemahnya tata kelola perlindungan data. Masyarakat kerap diminta menyerahkan data pribadi untuk berbagai layanan, namun tidak dibarengi jaminan keamanan yang transparan. Akibatnya, ketika terjadi kebocoran, warga menjadi pihak yang paling dirugikan.
Isu ini mendorong tuntutan publik agar perlindungan data pribadi tidak hanya berhenti pada regulasi, tetapi benar-benar diterapkan secara tegas. Keamanan digital kini dianggap sebagai kebutuhan dasar, setara dengan keamanan fisik. Tanpa langkah nyata, kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital dikhawatirkan terus menurun.

