Proses evakuasi korban tanah longsor di kawasan Cisarua, Kabupaten Bogor, masih terus dilakukan hingga hari ini. Peristiwa yang terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi ini meninggalkan duka mendalam bagi warga setempat. Material tanah yang bergerak secara tiba-tiba menimbun beberapa rumah dan akses jalan, membuat proses penyelamatan berlangsung penuh tantangan.
Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta relawan lokal bekerja tanpa henti sejak kejadian. Dengan peralatan terbatas dan kondisi tanah yang masih labil, pencarian korban dilakukan secara hati-hati untuk menghindari longsor susulan. Anjing pelacak dan alat berat dikerahkan, sementara sebagian proses masih harus dilakukan manual demi menjaga keselamatan tim di lapangan.
Di sisi lain, warga yang selamat memilih bertahan di pos pengungsian sementara. Banyak dari mereka masih menunggu kabar anggota keluarga yang belum ditemukan. Suasana haru dan cemas menyelimuti area pengungsian, terutama saat proses evakuasi dihentikan sementara karena faktor cuaca.
Peristiwa ini dengan cepat menjadi perhatian publik setelah berbagai video kondisi lokasi beredar luas di media sosial. Banyak warganet menyuarakan keprihatinan sekaligus mengingatkan pentingnya kewaspadaan di daerah rawan longsor, khususnya saat musim hujan.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati lokasi kejadian dan mengikuti arahan petugas. Evaluasi kondisi lingkungan serta penanganan pascabencana kini menjadi fokus utama, seiring harapan agar seluruh korban dapat segera ditemukan dan dievakuasi dengan aman.

