Situasi geopolitik dunia pada 2026 masih berada dalam kondisi panas, terutama di kawasan Timur Tengah dan Eropa Timur. Ketegangan yang belum mereda membuat banyak pihak khawatir terhadap stabilitas global, baik dari sisi keamanan maupun ekonomi.
Di Eropa Timur, konflik antara Rusia dan Ukraina masih berlanjut tanpa solusi damai yang jelas. Perang yang sudah berlangsung bertahun-tahun ini berubah menjadi konflik jangka panjang dengan dampak luas, termasuk krisis energi dan gangguan rantai pasok global.
Sementara itu, kawasan Timur Tengah juga belum sepenuhnya stabil. Ketegangan politik, konflik bersenjata, serta rivalitas antarnegara membuat situasi mudah memanas kapan saja. Para analis menilai potensi eskalasi konflik masih terbuka, terutama jika terjadi provokasi atau kegagalan diplomasi.
Kondisi geopolitik yang tidak menentu ini turut memengaruhi ekonomi dunia. Harga emas cenderung naik karena dianggap sebagai aset aman, sementara harga minyak dan komoditas lainnya mengalami fluktuasi. Selain itu, ketidakpastian global juga berdampak pada investasi dan pertumbuhan ekonomi di berbagai negara.
Meski banyak upaya diplomasi terus dilakukan, stabilitas geopolitik dunia diperkirakan masih akan menghadapi tantangan besar dalam waktu dekat. Dunia kini menanti langkah konkret para pemimpin global untuk meredakan konflik dan menjaga perdamaian internasional.
