Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pergerakan fluktuatif pada perdagangan Kamis pagi, 26 Februari 2026. Indeks sempat menguat di awal pembukaan, namun kemudian berbalik melemah dalam waktu singkat.
IHSG dibuka di zona hijau sekitar level 8.351 dan sempat menyentuh kisaran 8.358. Namun setelah itu, indeks kembali turun ke area 8.300-an pada sesi pagi. Pergerakan ini mencerminkan adanya tarik-menarik antara aksi beli dan aksi jual di pasar saham.
Aktivitas perdagangan terpantau cukup ramai di awal sesi, dengan nilai transaksi mencapai triliunan rupiah. Ratusan saham tercatat mengalami kenaikan maupun penurunan, menandakan pasar masih berada dalam kondisi yang belum stabil.
Analis menilai pergerakan IHSG yang fluktuatif dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari sentimen global, pergerakan bursa saham luar negeri, hingga sikap investor yang cenderung menunggu kepastian arah ekonomi dan geopolitik dunia.
Meski demikian, sebagian analis masih melihat peluang penguatan dalam jangka pendek jika IHSG mampu bertahan di atas level support sekitar 8.150–8.250. Namun apabila tekanan jual meningkat, indeks berpotensi kembali mengalami koreksi.
Secara keseluruhan, pergerakan dua arah IHSG pada perdagangan pagi ini menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase ketidakpastian. Investor disarankan tetap berhati-hati dan mencermati perkembangan sentimen global yang dapat mempengaruhi arah pasar saham domestik.

