Nilai tukar rupiah diperkirakan akan mengalami pelemahan pada perdagangan Selasa, 10 Maret 2026. Tekanan terhadap rupiah dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik global serta penguatan dolar Amerika Serikat di pasar internasional.
Pengamat pasar keuangan menilai situasi geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah membuat investor cenderung beralih ke aset yang dianggap lebih aman. Kondisi tersebut berdampak pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Pada perdagangan sebelumnya, rupiah ditutup di kisaran Rp16.949 per dolar AS. Pergerakan rupiah hari ini diperkirakan berada di rentang Rp16.950 hingga Rp17.000 per dolar AS.
Selain faktor geopolitik, pergerakan rupiah juga dipengaruhi oleh sikap investor terhadap kebijakan suku bunga global serta perkembangan ekonomi di berbagai negara. Jika ketegangan global terus meningkat, tekanan terhadap mata uang negara berkembang berpotensi berlanjut dalam jangka pendek.
Meski demikian, pelaku pasar masih menantikan berbagai sentimen positif dari dalam negeri yang dapat membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global.
