Indeks Harga Saham Gabungan atau Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan pagi, Jumat (13 Maret 2026). Pelemahan ini terjadi di tengah sentimen pasar global yang masih berfluktuasi serta sikap hati-hati para investor.
Pada awal perdagangan, IHSG tercatat turun sekitar 23 poin atau sekitar 0,32 persen ke level 7.338. Pergerakan indeks didominasi oleh saham-saham yang mengalami penurunan, sementara hanya sebagian kecil saham yang mencatatkan penguatan.
Aktivitas perdagangan pada sesi pagi menunjukkan volume transaksi yang cukup tinggi dengan ribuan transaksi terjadi di awal pembukaan pasar. Meski demikian, tekanan jual dari investor membuat indeks bergerak di zona merah.
Analis pasar menilai pelemahan IHSG dipengaruhi oleh sejumlah faktor eksternal, seperti ketegangan geopolitik global dan ketidakpastian ekonomi dunia. Kondisi ini membuat sebagian investor memilih untuk menahan transaksi atau melakukan aksi jual jangka pendek.
Selain itu, pelaku pasar juga masih mencermati perkembangan ekonomi global serta berbagai kebijakan ekonomi yang berpotensi memengaruhi pergerakan pasar saham dalam beberapa waktu ke depan.
Meski melemah di awal perdagangan, sejumlah analis menilai IHSG masih berpeluang bergerak stabil apabila sentimen pasar kembali membaik dan didukung oleh kinerja emiten yang positif.
