Jakarta, 31 Juli 2025 — Di tengah tuntutan dunia pendidikan yang semakin kompleks dan dinamis, Direktorat Jenderal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Ditjen Saintek) meluncurkan program pendanaan strategis bagi 17 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari upaya konkret pemerintah dalam memperkuat mutu pendidikan profesi guru melalui pendekatan berbasis riset, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor.
Pemberian dana ini tidak hanya sekadar dukungan finansial. Lebih dari itu, ini adalah bentuk keberpihakan negara terhadap transformasi ekosistem pendidikan guru agar mampu beradaptasi dengan tantangan abad ke-21—seperti digitalisasi, perubahan pola belajar siswa, hingga tuntutan global terhadap kompetensi guru yang tidak lagi linier.
Investasi untuk Masa Depan Pendidikan
Menurut keterangan Ditjen Saintek, pendanaan ini akan difokuskan pada tiga prioritas utama:
- Pengembangan inovasi pembelajaran berbasis teknologi,
- Peningkatan kapasitas SDM LPTK (dosen dan tenaga kependidikan),
- Penguatan laboratorium pendidikan serta riset pendidikan terapan.
Pendidikan guru harus dibangun di atas pondasi keilmuan yang kuat dan praktik profesional yang relevan. Pendanaan ini adalah investasi jangka panjang untuk membangun kualitas guru Indonesia dari hulu,” ungkap perwakilan Ditjen Saintek dalam konferensi pers di Jakarta.
Skema ini sekaligus menjadi jawaban atas kritik terhadap belum meratanya kualitas lulusan pendidikan profesi guru (PPG) di berbagai daerah. Dengan memberikan akses dan dukungan kepada 17 LPTK terpilih, pemerintah berharap terjadi loncatan kualitas dalam sistem pelatihan calon guru di Tanah Air.
Proses Seleksi Ketat dan Berbasis Kinerja
LPTK yang menerima pendanaan telah melewati proses seleksi ketat. Penilaian mencakup aspek keberlanjutan program, kesiapan eksekusi, integrasi teknologi, rekam jejak inovasi, serta dampak terhadap peningkatan kualitas lulusan. Hanya institusi yang mampu menunjukkan keseriusan dan visi jangka panjang dalam pendidikan guru yang lolos seleksi.
Beberapa LPTK yang terpilih berasal dari universitas besar seperti Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Pendidikan Indonesia, hingga LPTK di kawasan timur seperti Universitas Negeri Manado dan Universitas Pattimura. Pendanaan yang diberikan bersifat stimulus, yang artinya institusi tetap harus menunjukkan kontribusi mandiri agar kegiatan yang dirancang bisa berjalan berkelanjutan.
Mendobrak Pola Lama Pendidikan Guru
Program ini juga didesain untuk mendorong LPTK keluar dari zona nyaman. Ditjen Saintek berharap dana yang disalurkan akan dipakai untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih kontekstual, kolaboratif, dan berbasis riset. Di antaranya adalah mengembangkan model pembelajaran adaptif, mengintegrasikan AI dalam pengajaran, dan membangun pusat keunggulan pendidikan guru (center of excellence) di tiap LPTK.
Beberapa LPTK bahkan telah merancang program magang guru di luar negeri, riset kolaboratif dengan sekolah mitra, hingga platform microcredential bagi calon guru berbasis project-based learning.
Guru bukan lagi sekadar pengajar, tapi juga inovator, fasilitator, dan pemimpin pembelajaran. Itulah yang ingin kami bangun melalui program ini,” tegas Direktur Pendidikan Profesi Guru Ditjen Saintek.
Sinergi Menuju Masa Depan
Langkah ini mendapat sambutan positif dari para akademisi, praktisi pendidikan, hingga mahasiswa PPG. Bagi mereka, inisiatif ini bisa menjadi pintu pembuka bagi perubahan sistemik yang selama ini hanya menjadi wacana.
Kalau LPTK dibekali sumber daya dan ruang untuk bereksperimen, maka lulusannya juga akan jauh lebih siap mengajar di medan yang beragam. Bukan hanya di kota, tapi juga di pelosok,” ujar Dr. Rani Harfiani, pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Malang.
Lebih jauh lagi, program ini sejalan dengan arah kebijakan Merdeka Belajar dan transformasi SDM unggul 2045. Kualitas guru masa depan tidak akan lahir dari sistem yang stagnan. Ia harus dibentuk melalui proses pendidikan yang adaptif, reflektif, dan berpihak pada murid.
Penutup: Pendidikan Guru adalah Akar Segalanya
Dengan mengalirnya dana dari Ditjen Saintek ke LPTK, harapannya tidak sekadar menghasilkan laporan kegiatan atau proyek jangka pendek. Melainkan, menumbuhkan perubahan yang berakar: dari kualitas dosen, kurikulum, teknologi pembelajaran, hingga karakter calon guru itu sendiri.
Sebab jika kualitas guru adalah kunci masa depan bangsa, maka memperkuat lembaga pencetak guru adalah langkah strategis yang tidak bisa ditunda. Dan hari ini, langkah itu telah dimulai.