Flores Timur, NTT (1/8/2025) — Gunung api aktif di timur Pulau Flores kembali menunjukkan kekuatannya. Jumat malam, Gunung Lewotobi Laki‑laki meletus dengan kekuatan eksplosif yang luar biasa. Kolom abu vulkanik tercatat menjulang hingga lebih dari 10.000 meter dari puncak kawah, menyelimuti langit malam dan memicu siaga penuh di daerah sekitarnya.
Letusan dimulai pada pukul 20:48 WITA, diawali dengan rangkaian gempa vulkanik dangkal dan tremor yang terpantau sejak sore. Suara dentuman keras terdengar hingga beberapa desa di radius 10 km, membuat warga segera meninggalkan rumah untuk menyelamatkan diri.
“Langit gelap tiba-tiba berubah menjadi oranye, suara letusannya seperti guntur berkali-kali,” ungkap Yulianus Lio, warga Desa Boru, yang menjadi saksi langsung kejadian tersebut.
Status Level IV Ditetapkan
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) langsung menetapkan status Awas (Level IV) untuk gunung ini. Otoritas melarang semua aktivitas dalam radius 6 hingga 7 kilometer dari kawah utama dan mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di lembah sungai yang berhulu dari puncak, karena berpotensi menjadi jalur lahar saat hujan turun.
“Letusan ini sangat eksplosif dan dipicu oleh tekanan gas magmatik yang menumpuk selama dua minggu terakhir. Sifat letusannya juga disertai kilat vulkanik dan lontaran lava pijar,” jelas Dr. Ratna Puspita dari Badan Geologi.
Bandara Sementara Tutup, Warga Dievakuasi
Akibat abu vulkanik yang menyebar ke udara, sejumlah penerbangan dari dan menuju Bandara Gewayantana, Larantuka, dibatalkan. Tim SAR gabungan bersama TNI/Polri mulai mengevakuasi warga dari wilayah paling dekat dengan puncak, termasuk Desa Nurabelen, Watowiti, dan Klatanlo.
Tenda-tenda darurat telah disiapkan di tiga lokasi pengungsian. Otoritas kesehatan juga disiagakan untuk mengantisipasi gangguan pernapasan akibat paparan debu vulkanik, terutama pada anak-anak dan lansia.
Gunung Kembar yang Aktif Bergantian
Gunung Lewotobi Laki‑laki merupakan bagian dari sistem gunung kembar di Flores Timur, bersama “pasangannya”, Gunung Lewotobi Perempuan. Keduanya dikenal memiliki pola aktivitas vulkanik yang saling memengaruhi. Letusan kali ini dianggap sebagai salah satu yang paling kuat dalam 20 tahun terakhir.
Imbauan Resmi:
- Jauhi area dalam radius 6–7 km dari kawah.
- Hindari lembah sungai saat hujan, potensi banjir lahar tinggi.
- Gunakan masker atau kain basah untuk mengurangi dampak abu vulkanik.
- Ikuti arahan resmi dari BNPB, BPBD, dan aparat setempat.