Jakarta — Dalam beberapa hari terakhir, jagat media sosial dihebohkan oleh kemunculan bendera bajak laut ala One Piece yang dikibarkan di beberapa titik menjelang perayaan Hari Kemerdekaan RI ke‑80. Aksi ini menuai pro dan kontra dari masyarakat hingga akhirnya memicu respons langsung dari Istana Negara.
Ketika Hiburan Menabrak Aturan
Bendera yang menyerupai simbol Straw Hat Pirates dari serial anime One Piece terlihat berkibar berdampingan, bahkan dalam beberapa kasus, menggantikan Merah Putih. Banyak warganet yang menganggapnya sebagai bentuk ekspresi kreatif atau sekadar hiburan menyambut HUT RI. Namun, tak sedikit pula yang menilai tindakan tersebut sebagai bentuk ketidaksopanan terhadap simbol negara.
Istana: “Merah Putih Tidak Bisa Digantikan”
Melihat situasi yang berkembang, pihak Istana akhirnya angkat suara. Melalui pernyataan resminya, pejabat komunikasi kepresidenan menegaskan bahwa Merah Putih adalah lambang persatuan dan kehormatan bangsa, yang tidak boleh disamakan, apalagi digantikan oleh simbol fiksi, sepopuler apa pun.
“Kami menghargai kreativitas masyarakat, tapi tolong jangan main-main dengan hal yang sakral seperti bendera negara,” ujar Hasan Nasbi dari Kantor Komunikasi Presiden.
Pernyataan ini juga didukung oleh Mensesneg, yang mengingatkan bahwa penggunaan bendera selain Merah Putih dalam konteks kenegaraan atau seremoni resmi bisa masuk dalam pelanggaran etik atau bahkan hukum.
Fenomena Sosial yang Perlu Dikaji
Fenomena ini mencerminkan dua hal: kekuatan budaya populer di kalangan generasi muda, dan perlunya edukasi simbol negara. Banyak pihak meminta agar pemerintah tidak hanya bereaksi, tapi juga memberikan ruang edukatif tentang makna bendera nasional dan pentingnya menjaga marwah peringatan kemerdekaan.
Sementara itu, beberapa komunitas penggemar anime secara terbuka meminta maaf dan mengajak agar sesama penggemar tidak melakukan aksi serupa.
Menyatukan Gagasan, Bukan Mengganti Simbol
Menjelang 17 Agustus, pesan yang ditegaskan adalah jelas: kreativitas boleh, asal tidak menabrak nilai-nilai dasar kebangsaan. Jika ingin menyemarakkan kemerdekaan dengan tema pop culture, masyarakat disarankan melakukannya dalam bentuk yang mendukung, seperti festival kostum, mural, atau pertunjukan seni — bukan dengan mengganti atau mengolok-olok simbol nasional.
Catatan Akhir:
Perayaan kemerdekaan bukan hanya soal pesta dan gaya. Ia adalah momen pengingat bahwa kemerdekaan diraih dengan darah dan perjuangan. Merah Putih bukan sekadar kain — ia adalah