Peristiwa memilukan terjadi di Kabupaten Sukabumi. Seorang balita perempuan berusia 4 tahun meninggal dunia setelah tim medis menemukan sekitar 1 kilogram cacing bersarang di dalam tubuhnya. Kasus ini sontak mengejutkan publik dan menjadi sorotan karena menunjukkan betapa rentannya anak-anak terhadap penyakit infeksi cacing bila sanitasi dan pencegahan tidak dijaga.
Dari Gejala Ringan ke Kondisi Fatal
Awalnya, sang balita hanya mengalami keluhan perut buncit, lemas, dan nafsu makan menurun. Namun kondisi semakin memburuk ketika cacing mulai keluar dari mulut dan hidungnya. Saat dirawat di rumah sakit, dokter mendapati bahwa cacing telah menyebar ke saluran pencernaan, paru-paru, bahkan menuju ke otak. Upaya medis tidak mampu menyelamatkannya karena infeksi sudah sangat parah.
Lingkungan dan Kebersihan Jadi Sorotan
Faktor lingkungan disebut menjadi penyebab utama. Anak tersebut tinggal di rumah sederhana dengan kondisi sanitasi terbatas. Aktivitas sehari-hari yang berdekatan dengan tanah dan hewan ternak membuat risiko infeksi cacing semakin tinggi. Meski program pemberian obat cacing rutin sudah berjalan, tanpa kebersihan lingkungan yang mendukung, reinfeksi bisa terus terjadi.
Cacingan, Masalah Lama yang Belum Tuntas
Infeksi cacing bukanlah hal baru di Indonesia. Penyakit ini kerap menyerang anak-anak, terutama di daerah pedesaan. Dampaknya tidak sekadar pada kesehatan fisik, tapi juga perkembangan gizi dan daya tahan tubuh. Kasus di Sukabumi ini menjadi contoh ekstrem bahwa pencegahan lebih penting daripada penanganan.
Perlu Langkah Serius
Peristiwa ini harus menjadi peringatan bagi semua pihak:
-
Orang tua perlu lebih waspada menjaga kebersihan anak, mulai dari mencuci tangan, memastikan makanan matang, hingga memperhatikan lingkungan bermain.
-
Pemerintah daerah dan pusat harus memperkuat program sanitasi, air bersih, serta edukasi kesehatan.
-
Masyarakat harus bergotong royong menciptakan lingkungan yang sehat agar tragedi serupa tidak terulang.
Kematian balita ini meninggalkan duka sekaligus pesan penting: ancaman cacingan bukan sekadar masalah medis, melainkan cermin kondisi sosial dan lingkungan yang belum sepenuhnya teratasi.