Lebong, Bengkulu – Peristiwa mengejutkan terjadi di Kabupaten Lebong pada Selasa (27/8/2025) sore. Ratusan siswa dari berbagai sekolah dilaporkan mengalami gejala keracunan massal usai menyantap menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga Rabu (28/8/2025) pagi ini, puluhan korban masih mendapatkan perawatan intensif di RSUD Lebong dan sejumlah puskesmas.
Menurut data sementara, sekitar 273 pelajar dari tingkat TK, SD, hingga SMP mengalami gejala seperti sakit perut, mual, muntah, hingga pusing. Situasi darurat membuat pihak sekolah langsung menghubungi orang tua dan petugas medis untuk memberikan pertolongan.
Seorang guru di salah satu sekolah mengatakan suasana kemarin sempat panik. “Banyak anak tiba-tiba jatuh sakit, ada yang lemas bahkan tidak bisa berdiri. Kami segera hubungi puskesmas dan orang tua,” ujarnya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Lebong sudah turun langsung menindaklanjuti kasus ini. Sampel makanan MBG telah dikirim ke laboratorium BPOM Bengkulu untuk mengetahui penyebab pasti keracunan, apakah dari bahan pangan, cara penyimpanan, atau proses pengolahan.
Kepala Dinkes Lebong menegaskan, hingga hari ini korban yang masih dirawat terus dipantau. “Kami masih menunggu hasil uji laboratorium. Setelah ada hasil, langkah pencegahan akan segera diperketat agar tidak terulang,” jelasnya.
Insiden yang terjadi semalam ini membuat orang tua siswa cemas dan berbondong-bondong mendatangi sekolah maupun rumah sakit. Walau sebagian korban sudah diizinkan pulang, kondisi puluhan anak masih dalam pengawasan tim medis.
Program MBG sejatinya bertujuan untuk meningkatkan gizi anak sekolah di Bengkulu. Namun kasus keracunan massal kali ini menjadi catatan serius bagi pemerintah daerah agar lebih ketat dalam mengawasi distribusi dan keamanan makanan.