Jakarta, 30 Oktober 2025 — Ribuan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menggelar aksi buruh nasional hari ini di berbagai daerah. Tuntutan utama mereka adalah kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar 8,5 persen dan penghapusan sistem kerja outsourcing yang dianggap tidak memberikan kepastian bagi tenaga kerja.
Aksi yang berpusat di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, ini menjadi sorotan publik karena melibatkan ribuan massa dari berbagai sektor industri. Dengan membawa spanduk dan poster berisi tuntutan, para buruh menyerukan agar pemerintah segera meninjau ulang kebijakan ketenagakerjaan yang dinilai tidak berpihak pada pekerja.
Ketua KSPI, Said Iqbal, menyampaikan bahwa perjuangan ini adalah bentuk komitmen untuk memperjuangkan kesejahteraan buruh di tengah tekanan ekonomi global. “Kenaikan upah adalah hak, bukan tuntutan berlebihan. Biaya hidup naik, tapi gaji stagnan — ini yang kami lawan,” tegasnya dalam orasi.
Selain di Jakarta, aksi buruh nasional 30 Oktober 2025 juga berlangsung di Bandung, Surabaya, Medan, dan Makassar. Para peserta menegaskan bahwa bila pemerintah tidak segera merespons, mogok nasional akan digelar dalam waktu dekat, melibatkan jutaan pekerja dari berbagai sektor.
Dari sisi pemerintah, Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan siap membuka ruang dialog dengan serikat pekerja sebelum penetapan resmi UMP 2026. Langkah ini diharapkan menjadi jalan tengah agar tuntutan buruh dapat diakomodasi tanpa mengganggu stabilitas ekonomi nasional.
Aksi hari ini menjadi momentum penting dalam sejarah gerakan buruh Indonesia — di mana suara pekerja kembali menggaung, menuntut keadilan sosial dan kesejahteraan yang lebih layak bagi semua.

