Manado — Kepolisian Republik Indonesia terus melanjutkan proses identifikasi terhadap puluhan korban kebakaran yang terjadi di sebuah panti jompo di Kota Manado, Sulawesi Utara. Insiden tersebut menyebabkan korban jiwa dan luka-luka serta memicu perhatian publik terhadap aspek keselamatan fasilitas sosial.
Proses identifikasi dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari kepolisian, tenaga medis, dan instansi terkait. Identifikasi korban dilakukan dengan mencocokkan data kependudukan, catatan medis, serta keterangan dari pihak keluarga dan pengelola panti jompo.
Selain fokus pada identifikasi korban, aparat kepolisian juga melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran. Olah tempat kejadian perkara masih berlangsung guna mengumpulkan bukti-bukti yang dapat mengarah pada kesimpulan awal terkait sumber api dan faktor pendukung lainnya.
Pemerintah daerah setempat menyatakan akan memberikan pendampingan kepada keluarga korban serta memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis dan bantuan yang dibutuhkan. Evaluasi terhadap standar keamanan dan sistem keselamatan panti jompo juga akan dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan dan pemenuhan standar keselamatan di fasilitas pelayanan sosial, terutama yang menampung kelompok rentan seperti lanjut usia.

