Rencana Amerika Serikat untuk menarik diri dari kesepakatan iklim internasional memicu gelombang kritik dari berbagai negara dan organisasi lingkungan. Keputusan ini dinilai berpotensi melemahkan upaya global dalam menghadapi perubahan iklim yang semakin nyata dampaknya.
Para ahli menilai kebijakan ini dapat menghambat target pengurangan emisi karbon global. Negara-negara berkembang, yang paling terdampak oleh krisis iklim, menyatakan kekhawatiran akan berkurangnya dukungan internasional.
Di dalam negeri AS, keputusan ini memicu perdebatan sengit. Kelompok industri menyambutnya sebagai langkah untuk melindungi kepentingan ekonomi, sementara aktivis lingkungan menilai kebijakan tersebut mengabaikan tanggung jawab jangka panjang terhadap bumi.
Secara geopolitik, langkah ini berpotensi memengaruhi hubungan diplomatik AS dan mengubah peta kepemimpinan global dalam isu lingkungan.

