Krisis tenaga kesehatan di Amerika Serikat semakin menguat, ditandai dengan meningkatnya aksi protes, mogok kerja, dan pengunduran diri tenaga medis. Fenomena ini mencerminkan masalah mendalam dalam sistem kesehatan yang belum terselesaikan sejak pandemi.
Banyak tenaga medis mengaku mengalami kelelahan ekstrem, tekanan mental, serta kurangnya dukungan institusional. Kondisi ini berdampak langsung pada kualitas pelayanan pasien dan ketahanan sistem kesehatan secara keseluruhan.
Pengamat menilai tanpa perubahan kebijakan yang menyeluruh, krisis ini dapat memperburuk kesenjangan akses layanan kesehatan, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Pemerintah didesak untuk segera mengambil langkah strategis guna memastikan keberlanjutan sistem kesehatan nasional.
Krisis ini menjadi peringatan bahwa kesehatan tenaga medis sama pentingnya dengan kesehatan masyarakat yang mereka layani.

