Kenaikan harga pangan kembali menjadi isu yang dirasakan langsung oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Meski tidak selalu diumumkan secara resmi, lonjakan harga terjadi secara bertahap dan konsisten di berbagai daerah.
Bahan pangan pokok seperti beras, sayuran, dan kebutuhan dapur lainnya mengalami penyesuaian harga yang membuat pengeluaran rumah tangga meningkat. Kondisi ini terasa lebih berat bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah yang porsi belanja pangannya cukup besar.
Sejumlah pedagang mengaku terpaksa menaikkan harga karena biaya distribusi dan produksi yang terus meningkat. Faktor cuaca ekstrem, gangguan pasokan, hingga naiknya harga bahan baku disebut menjadi penyebab utama.
Dampaknya mulai terlihat pada pola konsumsi. Masyarakat mulai mengurangi pembelian, mencari alternatif lebih murah, atau menyesuaikan menu harian. Jika kondisi ini berlangsung lama, dikhawatirkan dapat memengaruhi kualitas gizi dan kesehatan masyarakat.
Pengamat ekonomi menilai, pengendalian harga pangan bukan hanya soal stabilitas ekonomi, tetapi juga berkaitan langsung dengan kesejahteraan sosial dan ketahanan nasional.

