Kabar mengejutkan datang dari dunia sepak bola internasional. Ajang penghargaan individu paling prestisius, Ballon d’Or, dikabarkan akan dihentikan dan digantikan dengan format penghargaan baru hasil kerja sama antara FIFA dan Dubai. Wacana ini langsung memicu perbincangan luas di kalangan pecinta sepak bola global.
Menurut informasi yang beredar, penghargaan baru tersebut dirancang sebagai ajang yang lebih modern dan inklusif, dengan penilaian yang tidak hanya berfokus pada performa individu di lapangan, tetapi juga kontribusi pemain terhadap tim, sportivitas, serta dampak global mereka terhadap perkembangan sepak bola.
Dubai dipilih sebagai mitra utama karena dinilai memiliki infrastruktur kelas dunia serta pengalaman dalam menyelenggarakan acara internasional berskala besar. Kota ini juga diproyeksikan menjadi tuan rumah malam penganugerahan yang dikemas lebih megah dan futuristik dibandingkan format sebelumnya.
FIFA disebut ingin menghadirkan sistem penilaian yang lebih transparan dengan melibatkan panel global yang terdiri dari pelatih, pemain aktif, legenda sepak bola, analis, serta perwakilan federasi dari berbagai benua. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kontroversi yang selama ini kerap menyertai penentuan pemenang Ballon d’Or.
Meski belum ada pengumuman resmi terkait nama dan format final ajang penghargaan baru tersebut, sejumlah pihak menilai perubahan ini sebagai upaya FIFA untuk memperbarui citra penghargaan individu sepak bola agar lebih relevan dengan perkembangan zaman dan industri olahraga global.
Jika rencana ini benar-benar terealisasi, maka era Ballon d’Or yang telah berlangsung selama puluhan tahun akan resmi berakhir dan menandai dimulainya babak baru dalam sejarah penghargaan sepak bola dunia.

