Sulawesi kembali jadi sorotan dunia arkeologi. Tim peneliti internasional melaporkan penemuan sejumlah artefak batu yang diperkirakan berusia sekitar 1,5 juta tahun. Temuan ini berpotensi mengubah peta sejarah migrasi manusia purba di wilayah Asia Tenggara dan Australia.
Penemuan tersebut dilakukan di sebuah lokasi penggalian di kawasan Wallacea, daerah kepulauan yang memisahkan daratan Asia dan Australia. Berdasarkan analisis awal, bentuk dan teknik pembuatan alat batu tersebut menunjukkan bahwa penghuni wilayah ini memiliki kemampuan teknologi yang cukup maju untuk zamannya.
“Selama ini, kami beranggapan bahwa manusia purba baru mencapai wilayah ini sekitar 50.000 tahun lalu. Temuan ini membuat kami harus berpikir ulang,” ujar Dr. Maria Collins, salah satu arkeolog yang terlibat dalam penelitian.
Selain usia yang mengejutkan, lokasi penemuan juga penting karena menegaskan kemungkinan adanya jalur migrasi yang belum pernah dipetakan. Wilayah Wallacea dikenal memiliki garis laut yang lebar, sehingga memunculkan spekulasi bahwa nenek moyang manusia purba mungkin telah memiliki kemampuan berlayar sederhana jauh lebih awal dari yang diperkirakan.
Temuan ini masih menunggu verifikasi lebih lanjut melalui uji karbon dan analisis stratigrafi tanah. Namun, para peneliti yakin, hasilnya akan memberi gambaran baru tentang sejarah awal penyebaran manusia di Nusantara.
Dengan penemuan ini, Sulawesi tidak hanya menjadi pusat perhatian wisatawan, tapi juga para sejarawan dan ilmuwan yang ingin menelusuri jejak peradaban yang nyaris terlupakan oleh waktu.