Pasar saham Asia mencatat lonjakan tajam di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian. Indeks Nikkei Jepang memimpin penguatan dengan mencetak rekor baru, diikuti oleh indeks saham utama di Korea Selatan dan Tiongkok. Kenaikan ini menandai meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi kawasan Asia pada awal 2026.
Dorongan utama penguatan pasar datang dari sektor teknologi, otomotif, dan manufaktur, yang diprediksi akan menjadi motor pertumbuhan baru. Investor menilai kebijakan fiskal yang lebih longgar serta peningkatan permintaan ekspor menjadi sinyal positif bagi stabilitas ekonomi regional.
Namun, di balik euforia pasar, risiko global tetap membayangi. Ketidakpastian kebijakan moneter Amerika Serikat, ketegangan geopolitik, serta fluktuasi harga energi masih menjadi faktor yang dapat memicu volatilitas sewaktu-waktu. Hal ini tercermin dari meningkatnya minat terhadap aset lindung nilai seperti emas, yang harganya ikut menguat.
Para analis menilai reli pasar Asia mencerminkan optimisme jangka menengah, tetapi mengingatkan investor agar tetap waspada terhadap perubahan sentimen global yang dapat berbalik cepat.

