Demo besar di AS kembali terjadi pada awal Januari 2026, menyusul meningkatnya ketegangan antara masyarakat sipil dan aparat federal terkait penegakan kebijakan imigrasi. Aksi unjuk rasa ini berlangsung serentak di sejumlah kota besar, menandai meluasnya keresahan publik terhadap metode penegakan hukum yang dinilai kontroversial.
Ribuan massa turun ke jalan dengan membawa poster, spanduk, serta meneriakkan tuntutan keadilan dan transparansi. Aksi tersebut dipicu oleh insiden penembakan yang melibatkan aparat imigrasi federal, yang kemudian memantik reaksi keras dari kelompok advokasi hak asasi manusia dan komunitas imigran.
Para demonstran menilai kebijakan imigrasi yang dijalankan saat ini semakin represif dan berpotensi melanggar hak sipil. Mereka mendesak pemerintah federal untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur operasi aparat di lapangan, khususnya dalam menghadapi warga sipil.
Tidak hanya berpusat di satu wilayah, demo besar di AS juga dilaporkan terjadi di kota-kota lain seperti New York, Portland, dan Washington D.C. Di beberapa lokasi, aparat keamanan terlihat memperketat pengamanan guna mencegah bentrokan, meskipun sebagian aksi berlangsung secara damai.
Sementara itu, pihak pemerintah federal menyatakan bahwa tindakan aparat dilakukan sesuai prosedur keamanan. Namun, pernyataan tersebut tidak sepenuhnya meredam kritik publik. Sejumlah pejabat daerah bahkan meminta dilakukan penyelidikan independen untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.
Pengamat politik menilai gelombang protes ini mencerminkan polarisasi yang semakin tajam di Amerika Serikat, terutama terkait isu imigrasi dan penggunaan kekuatan oleh aparat negara. Situasi ini diperkirakan akan terus berkembang dan berpotensi memengaruhi arah kebijakan nasional dalam waktu dekat.
Hingga kini, unjuk rasa masih terus berlangsung di beberapa wilayah, dengan kelompok masyarakat sipil berencana menggelar aksi lanjutan sebagai bentuk tekanan terhadap pemerintah federal.

