Pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali menunjukkan performa solid. Data resmi terbaru yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada kuartal II tahun 2025 mengalami peningkatan sebesar 5,12 persen secara tahunan (year-on-year).
Angka ini bukan hanya melampaui prediksi banyak analis, tapi juga menjadi titik cerah di tengah dinamika ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil. Penyumbang utama pertumbuhan kali ini berasal dari pengeluaran rumah tangga, investasi sektor swasta, serta penguatan ekspor.
“Konsumsi domestik masih menjadi mesin utama ekonomi kita, sementara realisasi investasi juga menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan tahun lalu,” kata Deputi BPS dalam konferensi pers Selasa kemarin.
Dari sisi investasi, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh hampir 7 persen — pertanda bahwa sektor konstruksi dan pengadaan barang modal sedang menggeliat. Di sisi lain, nilai ekspor Indonesia mencatat lonjakan dua digit berkat peningkatan permintaan dari beberapa mitra dagang utama seperti India dan Tiongkok.
Menariknya, pertumbuhan ini juga ditopang oleh stabilitas harga pangan dan energi selama April–Juni, yang memberi ruang lebih luas bagi masyarakat untuk membelanjakan pendapatannya.
Meski begitu, sejumlah ekonom mengingatkan bahwa tantangan tetap ada. Ketidakpastian global, tekanan inflasi dari luar negeri, dan fluktuasi nilai tukar rupiah bisa menjadi faktor risiko pada semester berikutnya.
Bagaimana Ke Depannya?
ika tren ini berlanjut, target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,2–5,3 persen pada akhir tahun berpeluang besar tercapai — bahkan bisa melampaui. Pemerintah diharapkan terus menjaga momentum ini melalui belanja negara yang efektif serta mendorong sektor produktif di daerah.