Aktivitas vulkanik Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur kembali meningkat pada pagi hari. Pos pemantauan mencatat adanya beberapa gempa letusan yang menandakan aktivitas magma masih berlangsung di dalam gunung.
Meski erupsi yang terjadi tidak disertai lontaran material besar ke pemukiman, otoritas terkait tetap mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat. Warga dan pengunjung diminta tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah, demi menghindari potensi bahaya seperti guguran material pijar dan gas vulkanik.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan bahwa pemantauan dilakukan secara intensif, baik melalui peralatan seismik maupun pengamatan visual. Data yang terkumpul akan menjadi dasar untuk menentukan perkembangan status gunung ke depan.
Pemerintah daerah juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk menyampaikan informasi secara berkala kepada masyarakat sekitar gunung. Langkah ini penting agar warga tidak terjebak kepanikan, namun tetap waspada terhadap kemungkinan peningkatan aktivitas.
Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa. Namun, masyarakat diimbau mengikuti arahan resmi dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.
