Yogyakarta, 24 Juli 2025 – Penurunan harga emas Antam Logam Mulia (LM) di Yogyakarta hari ini mengejutkan banyak pihak. Setelah sempat stabil di kisaran atas, harga emas turun tajam dalam waktu singkat. Fenomena ini memunculkan pertanyaan: apakah ini hanya koreksi pasar atau tanda awal gejolak ekonomi yang lebih besar?
Penurunan yang Tidak Biasa
Di sejumlah toko emas dan Pegadaian di Yogyakarta, harga jual emas Antam LM turun hingga puluhan ribu rupiah per gram dibanding hari sebelumnya. Beberapa pengecer bahkan menyebut ini sebagai penurunan harian tertajam dalam dua bulan terakhir.
Menurut pantauan lapangan, harga emas:
dijual di kisaran Rp1.032.000 – Rp1.045.000
- Turun sekitar Rp20.000 – Rp30.000 dibandingkan awal pekan ini
Sementara itu, harga emas UBS dan Galeri24 justru tidak mengikuti penurunan tajam, bahkan cenderung naik tipis, yang memperlihatkan adanya ketidaksinkronan antar penyedia.
- Kenapa Harga Turun?
- Analis ekonomi menilai penurunan ini dipicu oleh beberapa faktor:
- Kuatnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS minggu ini
- Kenaikan suku bunga global yang membuat investor kembali ke instrumen lain seperti obligasi
- Aksi ambil untung (profit taking) dari spekulan emas setelah tren naik sebelumnya
“Harga emas cenderung sensitif terhadap sentimen global. Ketika sentimen risiko membaik, emas akan ditinggalkan sementara,” ujar Dimas Hariyadi, analis pasar dari Jogja Gold Watch.
Dampak di Masyarakat
Bagi sebagian warga, penurunan ini justru menjadi momen yang ditunggu-tunggu untuk membeli emas logam mulia sebagai tabungan jangka panjang. Sejumlah toko perhiasan di kawasan Malioboro dan Kotagede mencatat peningkatan pembeli pagi ini, terutama dari kalangan ibu rumah tangga dan mahasiswa.
Namun bagi yang sudah membeli di harga tinggi, situasi ini menjadi dilema: menahan atau menjual sebelum harga turun lebih dalam?
Emas: Masih Aman atau Harus Waspada?
Emas tetap dianggap aset lindung nilai yang relatif aman, namun kondisi saat ini mengingatkan publik bahwa harga emas bukanlah jaminan naik terus. Fluktuasi bisa terjadi kapan saja.
Jika kamu adalah investor jangka pendek, perhatikan tren mingguan dan pergerakan global. Tapi jika kamu membeli emas untuk jangka panjang atau sebagai cadangan darurat, saat seperti inilah justru bisa jadi peluang.
Kesimpulan
Harga emas Antam yang anjlok di Jogja menjadi cermin betapa pasar logam mulia sangat reaktif terhadap kondisi global. Di tengah optimisme ekonomi nasional dan tekanan dari luar negeri, bijaklah dalam menyikapi setiap pergerakan pasar.