Jakarta, 7 Januari 2026 — India mencatat pencapaian penting di sektor pertanian global setelah resmi dinobatkan sebagai produsen beras terbesar di dunia, menggeser posisi China yang selama ini mendominasi produksi pangan pokok tersebut.
Peningkatan produksi beras India didorong oleh kombinasi luas lahan pertanian, kebijakan pemerintah yang agresif, serta pemanfaatan teknologi pertanian modern. Program subsidi pupuk, pengembangan benih unggul, dan sistem irigasi yang lebih efisien menjadi faktor utama lonjakan hasil panen di berbagai wilayah sentra produksi.
Selain memenuhi kebutuhan domestik yang sangat besar, India juga memperkuat posisinya sebagai eksportir beras utama dunia. Negara tersebut memasok berbagai jenis beras ke pasar internasional, mulai dari beras non-basmati hingga basmati premium, dengan tujuan ekspor ke Asia, Afrika, hingga Timur Tengah.
Para analis menilai keberhasilan India ini berpotensi mengubah peta perdagangan beras global. Dengan kapasitas produksi yang besar, India memiliki pengaruh signifikan terhadap harga beras internasional serta stabilitas pasokan pangan dunia, terutama bagi negara-negara pengimpor.
Meski demikian, tantangan tetap membayangi. Perubahan iklim, ketergantungan pada musim hujan, serta kebutuhan menjaga keseimbangan antara ekspor dan ketersediaan pangan domestik menjadi perhatian utama pemerintah India ke depan.
Capaian ini menegaskan peran strategis India dalam sistem pangan global sekaligus membuka babak baru persaingan produksi beras di tingkat internasional.

