Jakarta, 12 Agustus 2025 – Hubungan ekonomi Indonesia dengan Amerika Latin diprediksi bakal memasuki babak baru. Optimisme ini muncul setelah Indonesia dan Peru resmi menandatangani Indonesia–Peru Comprehensive Economic Partnership Agreement (IP-CEPA), sebuah kesepakatan dagang komprehensif yang membuka akses pasar lebih luas di kedua negara.
Negosiasi Kilat, Cuma 14 Bulan
Presiden Prabowo Subianto menilai keberhasilan perundingan ini cukup istimewa. Pasalnya, negosiasi yang biasanya berlangsung bertahun-tahun, kali ini hanya memakan waktu sekitar 14 bulan hingga kesepakatan siap diteken. Langkah cepat ini disebut sebagai bukti keseriusan kedua pihak untuk memperkuat kemitraan strategis.
Peluang untuk Komoditas Unggulan
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebutkan bahwa perjanjian ini membuka jalan bagi produk ekspor unggulan Indonesia seperti tekstil, otomotif, alas kaki, dan mesin pendingin untuk menembus pasar Amerika Latin. Di sisi lain, Indonesia juga akan memberi akses bagi komoditas khas Peru, antara lain blueberry, quinoa, dan kopi.
Target Perdagangan Naik Tajam
Data tahun 2024 menunjukkan nilai perdagangan Indonesia–Peru mencapai sekitar USD 480 juta, dengan Indonesia mencatat surplus lebih dari USD 180 juta. Pemerintah optimis, dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang, total perdagangan bisa melesat hingga USD 5 miliar, dengan kontribusi ekspor Indonesia mencapai sekitar USD 3–3,5 miliar.
Peru Jadi Gerbang Pasar Baru
Kesepakatan ini tak hanya bersifat bilateral. Peru diproyeksikan menjadi pintu masuk produk Indonesia ke pasar Amerika Latin yang lebih luas, sehingga memperluas jangkauan ekspor dan meningkatkan daya saing industri nasional di kawasan tersebut.
Tak Hanya Soal Perdagangan Barang
IP-CEPA mencakup kerja sama di berbagai sektor strategis seperti pangan, perikanan, energi, pertambangan, dan pertahanan. Artinya, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh sektor industri besar, tapi juga berpotensi menguntungkan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang ingin menjangkau pasar ekspor.
Menunggu Ratifikasi
Meski sudah ditandatangani, perjanjian ini masih harus melalui proses ratifikasi di DPR. Pemerintah menargetkan proses tersebut rampung dalam waktu kurang dari setahun agar implementasi penuh bisa segera dimulai.
IP-CEPA menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperluas pijakan di Amerika Latin. Dengan potensi lonjakan nilai perdagangan dan dukungan sektor strategis, kerja sama ini diharapkan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar global.