Berita Terkini, Terdepan dan Terpercaya
Jumat, Agustus 29, 2025
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Islami
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Olah Raga
  • Home
  • Ekonomi
  • Islami
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Olah Raga
No Result
View All Result
Berita Terkini, Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result

Indonesia Mantapkan Langkah Menuju Biodiesel B50, Tapi Butuh Waktu Lebih Lama

Admin by Admin
13 Agustus 2025
in Berita, berita terkini, Ekonomi, Energi & Lingkungan
0
Indonesia Mantapkan Langkah Menuju Biodiesel B50, Tapi Butuh Waktu Lebih Lama
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Pemerintah Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk memperluas penggunaan energi terbarukan melalui program biodiesel B50, yakni campuran 50% minyak sawit dengan 50% solar. Targetnya, program ini akan resmi berjalan pada tahun 2026.

Namun, peluncuran tidak akan dilakukan secara tergesa-gesa. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan bahwa implementasi B50 masih memerlukan pengujian teknis mendalam untuk memastikan kompatibilitas dengan mesin kendaraan dan infrastruktur distribusi bahan bakar yang ada.

“Secara teknis, pengujian memerlukan waktu hingga delapan bulan. Kami ingin memastikan bahwa B50 benar-benar siap digunakan secara massal tanpa menimbulkan masalah di lapangan,” ujar salah satu pejabat ESDM.

Lanjutan dari Program B40

Program B50 ini merupakan kelanjutan dari kebijakan B40 yang saat ini sudah diterapkan di sebagian besar wilayah Indonesia. Peralihan ke B50 diharapkan dapat mengurangi impor bahan bakar fosil, menekan emisi karbon, dan meningkatkan nilai tambah industri kelapa sawit dalam negeri.

Selain itu, kebijakan ini juga dipandang sebagai strategi untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen biodiesel terbesar di dunia, sekaligus memenuhi komitmen pengurangan emisi gas rumah kaca yang sudah disepakati dalam forum internasional.

Tantangan yang Perlu Diantisipasi

Meski peluangnya besar, penerapan B50 bukan tanpa tantangan. Beberapa pelaku industri otomotif mengingatkan adanya potensi penurunan performa mesin jika bahan bakar tidak disesuaikan dengan standar teknis yang tepat. Di sisi lain, distribusi bahan bakar dengan campuran tinggi minyak nabati memerlukan penyesuaian pada rantai pasok, mulai dari kilang hingga SPBU.

Pemerintah menyatakan akan menggandeng pelaku industri, akademisi, dan lembaga riset untuk memastikan transisi berjalan mulus. “Kami ingin keberlanjutan energi ini memberi manfaat maksimal tanpa mengorbankan kenyamanan dan keamanan pengguna,” tambah pejabat tersebut.

Tags: berita terdepanBerita TerkiniIBMNews terkini dan terpercayaKebijakan Pemerintah
Previous Post

Ribuan Warga Pati Geruduk Alun-Alun, Desak Bupati Sudewo Mundur

Next Post

Dugaan Salah Sasaran dalam Penyaluran Bansos Donggala dan Sigi Jadi Sorotan DPRD

Next Post
Dugaan Salah Sasaran dalam Penyaluran Bansos Donggala dan Sigi Jadi Sorotan DPRD

Dugaan Salah Sasaran dalam Penyaluran Bansos Donggala dan Sigi Jadi Sorotan DPRD

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Presiden Prabowo: Duka untuk Affan, Tegas Minta Kasus Rantis Diusut Tuntas
  • Super Garuda Shield 2025: Indonesia Pimpin Latihan Multinasional Terbesar di Kawasan
  • Tragedi Pejompongan: Ojol Tewas Usai Dilindas Rantis, Polisi Didesak Transparan
  • Ratusan Pelajar di Lebong Dilarikan ke RS Usai Santap Menu MBG
  • Komisi XIII DPR Tangani Revisi UU Hak Cipta, Inisiatif Musisi Tetap Diakui

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Kategori

Layanan

Informasi

Copyright © 2025 IBM NEWS. All Rights Reserved
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Islami
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Olah Raga

© 2025 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.