Berita Terkini, Terdepan dan Terpercaya
Jumat, Agustus 29, 2025
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Islami
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Olah Raga
  • Home
  • Ekonomi
  • Islami
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Olah Raga
No Result
View All Result
Berita Terkini, Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result

Jakarta, Kota Tanpa Nafas: Ketika Udara Jadi Ancaman Diam-Diam

Admin by Admin
22 Juli 2025
in Berita, berita terkini, Kesehatan Masyarakat, Lingkungan Hidup
0
Jakarta, Kota Tanpa Nafas: Ketika Udara Jadi Ancaman Diam-Diam
0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

22 Juli 2025 – Pagi ini, Jakarta bangun dalam keheningan yang berat. Bukan karena kabar duka, tapi karena setiap helaan nafas terasa seperti menelan debu tak kasatmata. Tak ada sirine. Tak ada berita darurat. Tapi kita semua tahu: kita sedang menghirup bahaya.

Indeks Kualitas Udara (AQI) Jakarta mencapai angka 159, menjadikannya kota dengan udara terburuk kedua di dunia hari ini. Di atas kertas, angkanya terlihat teknis. Tapi di jalan-jalan ibu kota, ini berarti sesak napas, anak-anak batuk terus-menerus, dan orang tua yang tak berani buka jendela.

Udara yang Tak Lagi Netral

Udara seharusnya gratis dan menyembuhkan. Tapi di Jakarta, udara sudah menjadi komoditas beracun yang datang tanpa suara. PM2.5 – partikel mikroskopis yang mampu masuk hingga ke paru-paru dan aliran darah – kini menghantui setiap tarikan napas kita.

Bayu (29), seorang pengemudi ojek online, berkata: “Kalau masker dilepas lima menit aja, tenggorokan langsung gatal. Tapi gimana, kami cari makan di jalan. Mau ngeluh ke siapa?”

Kita Hidup di Ruang Tanpa Ventilasi

Kota ini membangun mal, tol, dan gedung pencakar langit. Tapi lupa membangun Pohon-pohon ditebang, dan ruang hijau disisakan hanya untuk estetika. Transportasi umum memang membaik, tapi mobil dan motor pribadi masih mendominasi.

Udara buruk bukan cuma angka buruk. Ini krisis ekologi perkotaan. Dan lebih dari itu — ini adalah kegagalan kolektif tata ruang, transportasi, dan etika pembangunan.

Kota Ini Tak Butuh Pujian, Tapi Perubahan

Jakarta tak butuh sekadar promosi sebagai kota modern. Ia butuh kejujuran.Karena tak ada gunanya MRT, skyscraper, dan smart city kalau kita semua tercekik dalam diam.

Tags: berita terdepanIBMNews terkini dan terpercayaLingkungan Hidup
Previous Post

Musim Asap Kembali: Suara Riau dari Tengah Lahan Terbakar

Next Post

Indonesia-AS Teken Kesepakatan Perdagangan Baru: Jalan Menuju Era Ekonomi Strategis

Next Post
Indonesia-AS Teken Kesepakatan Perdagangan Baru: Jalan Menuju Era Ekonomi Strategis

Indonesia-AS Teken Kesepakatan Perdagangan Baru: Jalan Menuju Era Ekonomi Strategis

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Presiden Prabowo: Duka untuk Affan, Tegas Minta Kasus Rantis Diusut Tuntas
  • Super Garuda Shield 2025: Indonesia Pimpin Latihan Multinasional Terbesar di Kawasan
  • Tragedi Pejompongan: Ojol Tewas Usai Dilindas Rantis, Polisi Didesak Transparan
  • Ratusan Pelajar di Lebong Dilarikan ke RS Usai Santap Menu MBG
  • Komisi XIII DPR Tangani Revisi UU Hak Cipta, Inisiatif Musisi Tetap Diakui

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Kategori

Layanan

Informasi

Copyright © 2025 IBM NEWS. All Rights Reserved
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Islami
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Olah Raga

© 2025 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.