Kasus meninggalnya Prada Lucky Namo tengah memantik perhatian publik. suasana hening menyelimuti rumah keluarga Prada Lucky Namo. Prajurit muda itu pulang bukan untuk libur, melainkan dalam kondisi tak bernyawa. Kabar bahwa ia diduga menjadi korban penganiayaan oleh seniornya menyebar cepat, memicu gelombang kemarahan dan rasa ingin tahu masyarakat.
Meski detail kejadian belum sepenuhnya terungkap, sejumlah sumber menyebut insiden tersebut terjadi di lingkungan kesatuan tempat Lucky bertugas. Luka yang dideritanya disebut cukup serius hingga merenggut nyawa. Situasi ini membuat banyak pihak mempertanyakan keamanan dan perlindungan bagi prajurit yang baru menapaki karier militernya.
Desakan agar penyelidikan dilakukan secara transparan datang dari berbagai arah: keluarga, aktivis HAM, hingga warganet yang ramai memperbincangkan kasus ini di media sosial. Mereka tak ingin tragedi ini berakhir hanya sebagai catatan singkat di laporan internal.
>Pihak TNI sendiri berjanji akan mengusut tuntas kasus ini. Bila terbukti ada oknum yang terlibat, sanksi tegas akan dijatuhkan. Dorongan juga datang kepada lembaga pengawas independen untuk ikut memantau proses hukum, demi memastikan keadilan berjalan tanpa intervensi.
Kini, semua mata tertuju pada hasil penyelidikan. Publik menunggu langkah nyata, bukan sekadar pernyataan. Bagi keluarga, kebenaran dan keadilan adalah satu-satunya cara untuk menutup luka, meski kehilangan itu tak akan pernah tergantikan.