Suasana malam di kawasan Medan Deli mendadak berubah mencekam ketika kobaran api besar melahap sebuah pabrik sandal yang sudah lama dikenal masyarakat, pabrik Swallow. Api mulai terlihat menjalar cepat dari bagian dalam bangunan dan dalam waktu singkat membesar, memunculkan asap hitam pekat yang membumbung tinggi ke langit. Warga sekitar pun berhamburan keluar rumah, sebagian merekam kejadian tersebut, sebagian lain memilih menjauh demi keselamatan.
Material karet yang tersimpan di dalam pabrik membuat api sulit dikendalikan. Panas yang dihasilkan begitu kuat hingga membuat proses pemadaman berjalan lama dan penuh tantangan. Petugas pemadam kebakaran bekerja tanpa henti, dibantu oleh aparat keamanan untuk mengamankan lokasi serta mengatur arus lalu lintas di sekitar area kebakaran yang sempat lumpuh.
Meski kebakaran terlihat sangat besar dan dramatis, kabar baiknya tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini. Seluruh pekerja dipastikan sudah berada di luar area pabrik saat api membesar. Namun demikian, kerugian materi diperkirakan tidak sedikit, mengingat bangunan dan sebagian besar fasilitas produksi mengalami kerusakan parah.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan. Dugaan awal mengarah pada gangguan teknis di dalam pabrik, namun pihak berwenang belum memberikan pernyataan resmi. Garis polisi telah dipasang untuk mencegah warga mendekat dan memastikan proses investigasi berjalan lancar.
Bagi masyarakat Medan, kebakaran ini bukan sekadar peristiwa biasa. Swallow bukan hanya merek sandal, tetapi bagian dari memori banyak orang sejak puluhan tahun lalu. Peristiwa ini pun meninggalkan rasa prihatin sekaligus harapan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

