Ketegangan geopolitik global masih menjadi perhatian dunia pada 21 Februari 2026. Salah satu yang paling disorot adalah hubungan antara Iran dan Amerika Serikat yang belum menunjukkan tanda mereda.
Ketegangan kedua negara dipicu oleh berbagai isu, mulai dari program nuklir hingga aktivitas militer di kawasan Timur Tengah. Situasi ini memicu kekhawatiran internasional, terutama terkait stabilitas keamanan regional dan jalur distribusi energi dunia.
Sejumlah analis menilai konflik yang berkepanjangan berpotensi memengaruhi harga minyak global. Timur Tengah sebagai salah satu pusat produksi energi dunia memiliki peran strategis, sehingga setiap eskalasi konflik dapat berdampak langsung pada pasar internasional.
Selain itu, ketegangan geopolitik juga memicu kehati-hatian di sektor investasi. Banyak pelaku pasar memilih menahan ekspansi dan beralih ke aset aman seperti emas. Hal ini terlihat dari meningkatnya permintaan logam mulia dalam beberapa waktu terakhir.
Meski belum terjadi konflik terbuka berskala besar, berbagai pihak terus menyerukan diplomasi sebagai solusi utama. Organisasi internasional dan negara-negara besar diharapkan dapat menekan eskalasi agar situasi tidak berkembang menjadi krisis global yang lebih luas.
