Jakarta, 18 Juli 2025 — Harapan masyarakat terhadap stabilisasi harga bahan pokok, khususnya beras, tampaknya akan segera terwujud. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa pemerintah sedang menggelar operasi pasar besar-besaran yang ditargetkan mampu menurunkan harga beras secara signifikan dalam kurun waktu dua minggu ke depan.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Mentan saat menghadiri kegiatan distribusi bantuan pangan di Kantor Pos Fatmawati, Jakarta Selatan. Dalam kegiatan tersebut, ratusan warga menerima beras bantuan, bagian dari program pengendalian harga yang saat ini tengah dijalankan pemerintah.
Fokus Pemerintah: Kendalikan Harga dan Amankan Stok
Mentan Amran menjelaskan bahwa selain menstabilkan harga, operasi pasar ini juga ditujukan untuk memastikan ketersediaan stok di tingkat masyarakat tetap aman menjelang musim panen selanjutnya. Ia menekankan pentingnya distribusi yang tepat sasaran agar pasokan beras tidak hanya terkonsentrasi di wilayah tertentu saja.
“Insya Allah dalam waktu maksimal dua minggu harga beras akan menurun. Kita sedang jalankan operasi pasar besar-besaran di seluruh Indonesia,” tegas Amran dalam pernyataannya kepada wartawan.
Respons Positif Warga dan Harapan Stabilitas Harga
Warga yang hadir dalam pembagian beras tersebut menyambut baik kebijakan ini. Mereka berharap langkah pemerintah tidak hanya bersifat sementara, tetapi berkelanjutan hingga harga bahan pokok benar-benar stabil di pasaran.
“Saya bersyukur bisa dapat bantuan beras. Kalau harga turun beneran, itu lebih membantu lagi buat ibu-ibu kayak saya,” ujar Sari, seorang ibu rumah tangga yang hadir di lokasi.
Kesimpulan
Dengan diluncurkannya operasi pasar secara masif, pemerintah berupaya memberikan solusi cepat terhadap lonjakan harga beras. Jika berjalan sesuai rencana, masyarakat dapat merasakan dampaknya dalam dua minggu ke depan. Namun, efektivitas program ini tetap perlu diawasi bersama, agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh lapisan masyarakat yang paling terdampak.