Perkembangan penyelidikan kematian Zara Qairina memasuki babak baru setelah muncul dugaan adanya kelalaian dari aparat kepolisian. Kabar ini memicu gelombang reaksi di media sosial dan masyarakat luas yang menuntut transparansi penuh dari pihak berwenang.
Menurut informasi yang beredar, tahap awal penanganan kasus ini diduga tidak berjalan sesuai prosedur standar. Beberapa saksi menuturkan bahwa pengamanan lokasi kejadian dan pengumpulan barang bukti dilakukan terlambat, sehingga dikhawatirkan mengurangi akurasi hasil penyelidikan. Dugaan ini diperkuat dengan adanya keterangan bahwa sejumlah data penting tidak segera diamankan.
Pihak keluarga korban menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap penanganan kasus. Mereka mendesak kepolisian untuk membuka kronologi lengkap, memeriksa setiap petugas yang terlibat, dan memberikan sanksi tegas jika terbukti ada kelalaian. “Kami hanya ingin kebenaran dan keadilan untuk Zara,” ujar perwakilan keluarga.
Sejumlah organisasi masyarakat sipil dan lembaga pengawas independen kini ikut memantau jalannya penyelidikan. Mereka menilai, kasus ini bukan hanya soal keadilan untuk satu korban, tetapi juga menjadi ujian besar bagi integritas dan profesionalitas kepolisian.
Di sisi lain, kepolisian menyatakan masih mengumpulkan keterangan tambahan dari saksi dan melakukan audit internal. Hingga kini belum ada pernyataan resmi yang membenarkan atau membantah dugaan kelalaian, namun Kapolres setempat berjanji hasil penyelidikan akan diumumkan secara terbuka.
Kasus Zara Qairina telah memicu diskusi luas mengenai pentingnya reformasi prosedur penanganan perkara, termasuk penguatan pengawasan internal aparat. Masyarakat berharap proses ini benar-benar menghasilkan jawaban yang tuntas, bukan sekadar janji, sehingga keluarga korban mendapat keadilan yang layak.