Dalam sidang tahunan MPR yang digelar hari ini, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan pertamanya sejak dilantik. Dengan nada tegas, ia menegaskan bahwa prioritas utama pemerintahannya adalah menjadikan Indonesia sebagai negara yang kuat, berdaulat, dan disegani di kancah internasional.
Prabowo menyoroti tantangan global seperti ketegangan geopolitik, krisis energi, dan perubahan iklim yang berpotensi mempengaruhi stabilitas nasional. Menurutnya, Indonesia harus bersiap dengan memperkuat sektor pertahanan, memperkuat kemandirian pangan, serta menggenjot industri dalam negeri agar tidak bergantung pada impor strategis.
Ia juga menekankan pentingnya persatuan nasional. Dalam pidatonya, Presiden mengajak seluruh elemen masyarakat, dari pemerintah daerah hingga akar rumput, untuk bekerja sama menjaga keamanan dan keutuhan NKRI. “Kedaulatan bukan hanya urusan militer, tetapi juga kemampuan kita berdiri di atas kaki sendiri di semua bidang,” ujarnya.
Selain aspek pertahanan, Presiden Prabowo menyoroti agenda pembangunan ekonomi jangka panjang. Ia berjanji mendorong pemerataan infrastruktur, meningkatkan kualitas pendidikan, dan memastikan distribusi sumber daya yang adil agar semua wilayah Indonesia dapat berkembang secara seimbang.
Pidato kenegaraan ini ditutup dengan seruan optimisme. Prabowo menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia mampu menghadapi tantangan global jika seluruh rakyat bersatu dan pemerintah konsisten menjalankan visi besar yang telah dirancang.