Pemerintah Indonesia kembali menyuarakan sikap tegas terhadap kekerasan yang terjadi di wilayah pendudukan Palestina. Kali ini, perhatian internasional tertuju pada insiden penggerebekan Masjid Al-Aqsa oleh aparat keamanan Israel yang berlangsung awal pekan ini. Aksi tersebut langsung memicu gelombang reaksi dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri RI mengecam keras tindakan Israel yang dianggap sebagai bentuk pelanggaran berat terhadap kesucian tempat ibadah dan hak rakyat Palestina.
“Indonesia menyerukan penghentian segala bentuk provokasi di Al-Aqsa. Tindakan Israel berpotensi memperburuk eskalasi dan mengganggu stabilitas kawasan,” tegas pernyataan Kemenlu yang dirilis Rabu dini hari.
Insiden ini terjadi saat ribuan jemaah tengah berada di kompleks masjid suci tersebut. Bentrokan pecah setelah pasukan Israel masuk dengan dalih pengamanan, namun kemudian dilaporkan menggunakan gas air mata dan peluru karet terhadap warga sipil.
Respons Internasional & Posisi Indonesia
Bukan kali pertama Al-Aqsa menjadi titik panas konflik. Namun kali ini, narasi provokatif yang menyertai tindakan militer Israel dinilai semakin mengikis kepercayaan terhadap proses damai. Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung perjuangan rakyat Palestina.
Pernyataan Indonesia ini juga disampaikan dalam forum multilateral, termasuk kepada Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Dewan Keamanan PBB.
Latar Belakang Ketegangan
Kompleks Al-Aqsa, yang juga dikenal sebagai Haram al-Sharif, merupakan tempat paling sensitif di Yerusalem. Di sana, klaim keagamaan dan politik kerap tumpang tindih, menjadikannya pusat konflik antara Israel dan Palestina selama puluhan tahun.
Penegasan Diplomatik
Indonesia tidak hanya mengecam, tetapi juga mendorong komunitas internasional untuk mengambil langkah nyata dalam melindungi situs-situs suci dan hak rakyat Palestina atas tanah air mereka. Ajakan ini disuarakan melalui jalur diplomatik dan pernyataan di berbagai forum internasional.