Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dijadwalkan akan mengumumkan peta jalan (roadmap) pemilu nasional dan referendum pada 24 Februari 2026. Pengumuman ini dinilai sebagai langkah penting Ukraina dalam mencari jalan keluar politik di tengah konflik berkepanjangan dengan Rusia.
Roadmap tersebut akan memuat rencana pelaksanaan pemilihan presiden sekaligus referendum nasional yang berkaitan dengan kemungkinan kesepakatan perdamaian. Pemerintah Ukraina ingin memastikan bahwa setiap keputusan strategis terkait masa depan negara mendapat legitimasi langsung dari rakyat.
Tanggal pengumuman dipilih bertepatan dengan peringatan empat tahun konflik Ukraina–Rusia, sehingga memiliki makna simbolis sekaligus politis. Melalui langkah ini, Zelenskiy ingin menunjukkan komitmen pemerintahannya terhadap proses demokrasi meskipun negara masih berada dalam situasi krisis keamanan.
Namun demikian, pelaksanaan pemilu dan referendum menghadapi tantangan besar. Sejumlah wilayah Ukraina masih terdampak konflik, sementara status darurat militer yang berlaku selama perang membuat proses pemilu memerlukan penyesuaian hukum dan teknis yang kompleks.
Meski begitu, rencana ini dipandang sebagai sinyal kuat bahwa Ukraina tengah bersiap memasuki fase baru, dengan harapan membuka peluang stabilitas politik dan perdamaian jangka panjang melalui mekanisme demokrasi.

