Berita Terkini, Informasi Aktual
Kamis, Oktober 8, 2026
No Result
View All Result
  • IBM News
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Teknologi
  • Olah Raga
  • IBM News
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Teknologi
  • Olah Raga
No Result
View All Result
Berita Terkini, Informasi Aktual
No Result
View All Result

80 Tahun Merdeka: Demokrasi Indonesia Dinilai Masih Butuh Perbaikan Substantif

Admin by Admin
20 Agustus 2025
in Berita, berita terkini, kemerdekaan, Politik & Pemerintahan
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on Facebook
Share on Twitter

Jakarta, 20 Agustus 2025 — Perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80 tidak hanya dipenuhi dengan pesta rakyat, upacara kenegaraan, dan ekspresi kebanggaan nasional. Di tengah semarak tersebut, muncul pula suara kritis dari berbagai tokoh, termasuk Anies Baswedan serta sejumlah akademisi dari Universitas Islam Negeri (UIN), yang mengingatkan bahwa demokrasi Indonesia belum sepenuhnya kokoh.

Demokrasi Prosedural vs Demokrasi Substantif

Dalam pandangan mereka, selama ini demokrasi di Indonesia masih terlalu sering dipahami sebatas prosedur—adanya pemilu, pemilihan kepala daerah, hingga keberadaan lembaga legislatif. Padahal, demokrasi yang sehat seharusnya lebih dalam: mencakup kebebasan sipil, transparansi kebijakan, akuntabilitas pemerintah, serta keterlibatan publik dalam proses pengambilan keputusan.

Anies menekankan bahwa demokrasi seharusnya memberikan ruang nyata bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, bukan sekadar menjadi penonton lima tahunan saat pemilu berlangsung. Menurutnya, demokrasi prosedural tanpa substansi ibarat bangunan megah tanpa fondasi: tampak kokoh dari luar, tetapi rentan runtuh dari dalam.

Tantangan di Usia 80 Tahun Kemerdekaan

Delapan dekade kemerdekaan seharusnya menjadi momentum refleksi. Indonesia memang berhasil membangun banyak pencapaian: infrastruktur berkembang, partisipasi politik meningkat, serta posisi negara di kancah internasional makin dihormati. Namun, tantangan demokrasi tetap nyata.

Beberapa masalah yang disorot antara lain:

  • Politik uang yang masih mewarnai pemilu dan pilkada.

  • Pelemahan lembaga pengawas yang membuat praktik korupsi lebih sulit diberantas.

  • Ketergantungan masyarakat pada politik figur, bukan pada ide dan program nyata.

  • Terbatasnya akses masyarakat kecil dalam memengaruhi arah kebijakan negara.

Pengamat UIN menilai, jika masalah-masalah ini tidak diatasi, Indonesia akan terjebak pada demokrasi semua ramai secara angka, tetapi minim kualitas.

Harapan Baru pada Generasi Muda

Meski banyak masalah, bukan berarti harapan pupus. Justru, para akademisi dan tokoh publik melihat generasi muda Indonesia sebagai aktor penting yang bisa membawa demokrasi ke arah lebih substantif. Dengan literasi digital yang lebih baik, kaum muda dinilai mampu menjadi pengawas sekaligus penggerak perubahan melalui media sosial, komunitas, hingga gerakan sosial.

Menurut Anies, generasi ini bisa mendorong demokrasi yang lebih segar, kritis, dan berakar pada nilai keadilan sosial. “Demokrasi bukan sekadar hak untuk memilih, tetapi juga hak untuk mengawal kebijakan agar berpihak pada kepentingan rakyat banyak,” ujarnya.

Evaluasi untuk Masa Depan

Momentum 80 tahun kemerdekaan seakan memberi pesan: Indonesia sudah cukup matang untuk melakukan evaluasi besar-besaran. Apakah demokrasi kita hanya sekadar formalitas, ataukah benar-benar menjadi sistem yang melindungi, menyejahterakan, dan memberdayakan rakyat?

Jawaban dari pertanyaan itu akan menentukan arah bangsa di masa depan. Jika demokrasi hanya berhenti di bilik suara, maka rakyat akan terus menjadi penonton. Namun jika demokrasi benar-benar substantif, maka rakyatlah yang akan menjadi penentu arah perjalanan bangsa.

Tags: berita terdepanBerita TerkiniHUT RIIBMNews terkini dan terpercaya
Previous Post

Gaji DPR Tembus Rp70 Juta Lebih, Publik Ramai Membandingkan dengan Kondisi Rakyat

Next Post

Wamenaker Immanuel Ebenezer Terseret OTT! KPK Amankan 10 Orang dalam Kasus Dugaan Pemerasan

Next Post
Wamenaker Immanuel Ebenezer Terseret OTT! KPK Amankan 10 Orang dalam Kasus Dugaan Pemerasan

Wamenaker Immanuel Ebenezer Terseret OTT! KPK Amankan 10 Orang dalam Kasus Dugaan Pemerasan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Paru-Paru Dunia Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Kondisi Hutan Kalimantan Jadi Sorotan
  • Gunung Bromo Dibuka Kembali untuk Wisatawan Hari Ini Setelah Kebakaran
  • WNA Tewas dalam Insiden Penembakan di Bali, Polisi Dalami Motif Pelaku
  • Larangan Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun Jadi Sorotan, Publik Terbelah
  • Sopir Taksi Online Didorong di Stasiun Bandung, Perselisihan Berujung Mediasi Polisi

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Berita Terkini

Paru-Paru Dunia Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Kondisi Hutan Kalimantan Jadi Sorotan

Gunung Bromo Dibuka Kembali untuk Wisatawan Hari Ini Setelah Kebakaran

WNA Tewas dalam Insiden Penembakan di Bali, Polisi Dalami Motif Pelaku

Larangan Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun Jadi Sorotan, Publik Terbelah

Sopir Taksi Online Didorong di Stasiun Bandung, Perselisihan Berujung Mediasi Polisi

Hujan Meteor Perseid Capai Puncak 13 Agustus 2026, Bisa Diamati dari Indonesia

Copyright © 2025 IBM NEWS. All Rights Reserved
No Result
View All Result
  • IBM News
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Teknologi
  • Olah Raga

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.