Portugal resmi memiliki presiden baru setelah António José Seguro memenangkan pemilihan presiden putaran kedua yang digelar pada 8 Februari 2026. Kandidat dari Partai Sosialis itu meraih kemenangan telak dengan sekitar dua pertiga suara, mengalahkan rivalnya dari kubu sayap kanan, André Ventura, pemimpin partai Chega
Kemenangan Seguro menandai berakhirnya masa jabatan Marcelo Rebelo de Sousa, presiden konservatif yang telah menjabat selama dua periode. Seguro akan memimpin Portugal untuk masa jabatan lima tahun ke depan, di tengah dinamika politik Eropa yang semakin dipengaruhi oleh naiknya gerakan populis sayap kanan
Meski kalah, hasil pemilu tetap mencatatkan pencapaian signifikan bagi André Ventura. Perolehan suaranya menjadi yang terbesar sepanjang sejarah Portugal bagi kandidat presiden dari kelompok sayap kanan, menandakan perubahan lanskap politik dan meningkatnya polarisasi di negara tersebut
Pemilihan presiden kali ini juga menjadi sorotan karena merupakan putaran kedua pertama sejak 1986, setelah tidak ada kandidat yang memperoleh mayoritas mutlak pada putaran awal Januari lalu. Tingkat partisipasi pemilih terbilang stabil meskipun pemungutan suara berlangsung di tengah cuaca buruk akibat badai di sejumlah wilayah Portugal
Secara konstitusional, presiden Portugal memiliki peran yang sebagian besar bersifat seremonial. Namun, jabatan ini tetap strategis karena presiden memiliki kewenangan penting, termasuk membubarkan parlemen, memveto undang-undang, serta memanggil pemilu lebih awal jika diperlukan. Dengan terpilihnya Seguro, banyak pengamat menilai Portugal memilih jalur politik moderat dan stabilitas di tengah tantangan ekonomi dan sosial Eropa saat ini

