Berita Terkini, Informasi Aktual
Sabtu, Oktober 10, 2026
No Result
View All Result
  • IBM News
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Teknologi
  • Olah Raga
  • IBM News
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Teknologi
  • Olah Raga
No Result
View All Result
Berita Terkini, Informasi Aktual
No Result
View All Result

Puluhan Ribu Anak Indonesia Hidup dengan Penyakit Jantung Bawaan, Penanganan Masih Terbatas

Admin by Admin
7 Februari 2026
in Kesehatan | Nasional
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on Facebook
Share on Twitter

Penyakit jantung bawaan (PJB) masih menjadi persoalan serius dalam dunia kesehatan anak di Indonesia. Puluhan ribu anak tercatat hidup dengan kondisi ini, namun hingga kini hanya sebagian kecil yang mendapatkan penanganan medis secara memadai. Kesenjangan antara jumlah penderita dan layanan kesehatan yang tersedia menjadi tantangan besar bagi pemerintah dan tenaga medis.

PJB merupakan kelainan struktur jantung yang sudah ada sejak lahir. Kondisi ini dapat berdampak pada tumbuh kembang anak, mulai dari gangguan pernapasan, mudah lelah, hingga risiko kematian jika tidak ditangani dengan tepat. Sayangnya, banyak kasus baru terdeteksi saat kondisi anak sudah memburuk, terutama di daerah dengan akses kesehatan terbatas.

Keterbatasan fasilitas medis, minimnya tenaga dokter spesialis jantung anak, serta biaya pengobatan yang tinggi menjadi faktor utama rendahnya angka penanganan. Tidak semua rumah sakit memiliki sarana operasi jantung anak, sementara antrean tindakan medis kerap berlangsung lama. Hal ini membuat banyak keluarga harus menunggu atau bahkan menghentikan pengobatan karena kendala ekonomi.

Selain itu, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap gejala awal penyakit jantung bawaan turut memperparah situasi. Pemeriksaan kesehatan ibu hamil dan deteksi dini pada bayi belum merata dilakukan, khususnya di wilayah terpencil. Padahal, diagnosis sejak dini sangat menentukan keberhasilan pengobatan.

Pemerintah dan berbagai organisasi kemanusiaan terus didorong untuk memperluas layanan kesehatan jantung anak, meningkatkan program skrining dini, serta memperkuat sistem rujukan nasional. Upaya kolaboratif antara negara, tenaga medis, dan masyarakat dinilai penting agar lebih banyak anak dengan penyakit jantung bawaan dapat memperoleh kesempatan hidup yang lebih baik.

Tags: berita terdepanBerita TerkiniIBMNews terkini dan terpercayaKesehatan | Nasional
Previous Post

Misteri dan Skandal Jeffrey Epstein: Jaringan Kekuasaan di Balik Kejahatan Seksual

Next Post

OTT KPK Tangkap Hakim dan Sejumlah Oknum, Aksi Kejar-kejaran Warnai Penindakan di Depok

Next Post
OTT KPK Tangkap Hakim dan Sejumlah Oknum, Aksi Kejar-kejaran Warnai Penindakan di Depok

OTT KPK Tangkap Hakim dan Sejumlah Oknum, Aksi Kejar-kejaran Warnai Penindakan di Depok

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Paru-Paru Dunia Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Kondisi Hutan Kalimantan Jadi Sorotan
  • Gunung Bromo Dibuka Kembali untuk Wisatawan Hari Ini Setelah Kebakaran
  • WNA Tewas dalam Insiden Penembakan di Bali, Polisi Dalami Motif Pelaku
  • Larangan Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun Jadi Sorotan, Publik Terbelah
  • Sopir Taksi Online Didorong di Stasiun Bandung, Perselisihan Berujung Mediasi Polisi

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Berita Terkini

Paru-Paru Dunia Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Kondisi Hutan Kalimantan Jadi Sorotan

Gunung Bromo Dibuka Kembali untuk Wisatawan Hari Ini Setelah Kebakaran

WNA Tewas dalam Insiden Penembakan di Bali, Polisi Dalami Motif Pelaku

Larangan Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun Jadi Sorotan, Publik Terbelah

Sopir Taksi Online Didorong di Stasiun Bandung, Perselisihan Berujung Mediasi Polisi

Hujan Meteor Perseid Capai Puncak 13 Agustus 2026, Bisa Diamati dari Indonesia

Copyright © 2025 IBM NEWS. All Rights Reserved
No Result
View All Result
  • IBM News
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Teknologi
  • Olah Raga

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.